[Wawasan Islami] • Rasulullah memberi tahu kita dalam menghadapi emosi seseorang kita harus hadapi dengan kesabaran, kelembutan, dan kebijaksanaan, tanpa membalasnya dengan amarah dan emosi. Beliau mengajarkan bahwa marah adalah fitrah manusia, tetapi harus dikendalikan agar tidak menimbulkan dosa, permusuhan, atau kerusakan. Rasulullah tidak menghadapi kemarahan orang lain dengan kekerasan, melainkan dengan ucapan lembut, ketenangan, dan tindakan yang menenangkan hati. Dalam banyak hadis, beliau menasihati umatnya untuk menahan amarah, diam saat emosi, mengubah posisi tubuh, dan berwudhu sebagai cara menenangkan diri. dengan demikian, ajaran Rasulullah tentang mengendalikan amarah bukan hanya sekadar menahan emosi, tapi juga melatih hati untuk sabar, memaafkan, dan menebar kasih sayang, sebagaimana akhlak beliau yang mulia. • Departemen Sosial Kemanusiaan dan Kerohanian • Regards KMTE⚡ • #KMTEJAYA #ELEKTROJAYA